Gegara Audit

Cling! Bunyi surel yang masuk ke email inbox Country Manager pagi itu. Pengirimnya dari kantor pusat. Isinya sederhana. Antara lusa sampai besok, akan ada audit inspeksi ke kantor cabang Indonesia. Auditor sebanyak 3 orang. Akan fokus ke kualitas dan eksekusi di lapangan, apakah selama ini sudah sesuai dengan SOP yang ada dalam kepatuhan dan kinerjanya. Konsisten atau tidak, wajar atau tidak. Dari halaman parkir depan, toilet karyawan, hingga laporan keuangan harus siap untuk dinilai. Kalo lusa auditornya sudah datang, praktis hanya 2 hari saja waktu untuk persiapan.

Rapat singkat langsung digelar pagi itu juga.

Tim keuangan cairkan dana, tim cleaning service mendadak sibuk luar biasa, semua manajer menyiapkan data-data dan laporan. Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Kerja lembur tak mengapa bahkan hingga dini hari.

Sempurna. Hasil audit ini harus sempurna. Bagaimanapun caranya. Demikian yang ada di benak semua karyawan.

Di sisi lain, sudah disiapkan pula mobil terbaik, hotel terbaik, konsep dan rundown acara terbaik dalam penyambutan ramah-tamah untuk tim auditor nanti. Dipikirnya, auditor ini juga manusia. Dengan memberikan hospitality yang mantap akan berpengaruh kepada hasil audit sedikit banyaknya. Sungguh khas Indonesia sekali.

Walhasil… setelah visitasi selesai dilakukan, hasil audit pun diumumkan.

Laporan dan data, lengkap tersedia. Kewajaran transaksi, tiada yang aneh-aneh. Pelaporan keuangan, mengikuti aturan yang ada. Pelaksanaan SOP, relatif baik dan cukup memadai. Sempurna. Nilai sempurna pun berhasil didapat. Para karyawan dan Country Manager bisa bernafas lega akhirnya. Sebuah prestasi yang membanggakan.

Hari berganti malam.

Di sudut ruangan, sebelum pulang ke rumah menjelang akhir pekan, Country Manager tertegun dalam.

Kenapa hal yang semestinya bisa dilakukan jauh-jauh hari harus ditunda. Kenapa hal-hal sempurna tidak dilakukan setiap hari. Kenapa hanya tampil sempurna sesaat hanya pada saat audit dilakukan. Kenapa harus dipecut oleh faktor eksternal dahulu baru tergerak untuk berbenah. Kalo tidak ada surel pemberitahuan lebih dahulu, entah apa jadinya hasil audit inspeksi ini.

Tanpa instruksi siapapun, dirinya bertekad bulat. Mulai esok dan seterusnya, tidak sepatutnya ketidaksiapan audit ini terjadi lagi. Tahun ini adalah kali terakhir dirinya dan semua karyawan tidak peduli akan standar kualitas yang ada. Persetan dengan audit apapun. Besok adalah hari yang baru. Hari perubahan. Dan untuk pertama kali di dalam hidupnya, gegara audit, barulah disadarinya arti penting tanggung jawab kepemimpinan, tidak ada lagi yang lainnya: do the right things!



Leave a Reply

WhatsApp Chat Now