Jangan Ribet!

Ini cerita tentang Customer yang kecewa. Yang lalu mencari info dengan spontan di internet. Bagaimana melaporkan komplainnya.

Medsos perusahaan untuk dikomplain, tidak ada. Website, under maintenance. Satu-satunya tersisa nomor hape orang Sales yang ditemuinya. Begitu ditelepon, Sales bilang mohon maaf bukan tanggung jawabnya bila sudah selesai penjualan. Silahkan hubungi bagian layanan pelanggan di kantor. Cerita pun berlanjut. Kantor pusat ditelepon juga. Di dering ke-7 baru terdengar jawaban. Mohon maaf bagian layanan pelanggan sedang dinas ke luar kota. Silahkan menelepon kembali lusa nanti. Sisa ceritanya tidak usah kita sampaikan disini.

Lain lagi cerita yang ‘high-tech’. Pakai mesin penjawab untuk call centernya.

Untuk bahasa indonesia tekan 1, untuk bahasa inggris tekan 2. Untuk wilayah Jakarta tekan 1, untuk Banten Jabar tekan 2, Jateng DIY tekan 3, Jatim tekan 4, Sumatera tekan 5, sisanya tekan 6. Berlanjut lagi. Untuk masalah penjualan tekan 1, pemasaran tekan 2, produksi tekan 3, keuangan tekan 4, masalah lainnya tekan 5. Begitu ditekan 5, silahkan masukkan nomor pelanggan anda kata mesin penjawab. Setelah dimasukkan, mohon menunggu Customer Representative kami akan berbicara. Tak lama kemudian, terdengar kalimat. Maaf saat ini sedang melayani Customer lainnya, cobalah beberapa saat lagi. Sisa ceritanya juga tidak perlu kita sampaikan.

Kalo cerita tentang Customer yang langsung datang tatap muka ke Service Desk ada juga.

Isi dulu buku tamu, lengkapi dokumen persyaratan, ada yang kurang lengkap fotokopi terlebih dahulu. Fotokopi tidak ada disitu, cari-cari dulu ke luar. Kemudian tunggu nomer antrian. Sampai di meja Service Desk, untuk masalah ini harus dikirim dulu laporan ke luar negeri. Tunggu feedback maksimal seminggu. Kalo bisa ditangani maka barang dikirim dulu ke ‘Service Center’ di luar negeri tersebut, maksimal sebulan baru dikembalikan lagi ke customer. Mendengar penjelasan seperti ini dari Service Agent, sisa ceritanya kemudian lebih baik kita simpan saja.

Begitu banyak cerita tentang pelayanan yang buruk.

Satpam, resepsionis, customer service, bahkan mesin penjawab hingga Chat Bot, pada intinya adalah sama. Jangan ribet! Jangan, jangan pernah, selama-lamanya jangan: ribet. Sesimpel itu lah yang pelanggan inginkan. Sebelum transaksi penjualan terjadi, saat bertransaksi, sesudah transaksi penjualan terjadi, siapapun dimanapun kapanpun masalah apapun, ada yang ingin berinteraksi dengan organisasi kita. Bukan senyum sapa salam saja. Bukan sopan santun saja. Bukan banyaknya lengkapnya jalur komunikasi, personil, fasilitas, dll untuk layanan pelanggan. Bukan. Tidak lain tidak bukan: jangan ribet!



Leave a Reply

WhatsApp Chat Now