Disrupsi Pencitraan

“The reason why it is so difficult for existing firms to capitalize on disruptive innovations is that their processes and their business model that make them good at the existing business actually make them bad at competing for the disruption.” ~Clayton Christensen

Dengan kehadiran teknologi digital kini, baik pelanggan maupun perusahaan, mengalami peningkatan yang sangat signifikan pada kemampuan dan keterampilan mereka. Para pelanggan, kini lebih mudah untuk mengenali produk dan perusahaan produsennya dengan segala informasi dan testimoni pelanggan yang tersedia di laman maya. Termasuk, mengenali perbandingan kompetitor produk serupa dan juga melakukan pembelian. Berbagai macam platform belanja online dan super apps pembayaran digital, dioperasikan hanya dalam genggaman tangan, yakni di dalam gadget masing-masing. Kecepatan dalam mendapatkan produk yang diinginkan pun tak lagi menjadi soal, bahkan walaupun produk tersebut adalah barang impor nun jauh di negeri seberang.

Perusahaan, sebaliknya pun kini lebih mudah pula untuk mengenali para pelanggannya. Sekali data pelanggan terdaftar dalam platform digital, pola perilaku konsumsi dan semua yang berhubungan dengan mereka dapat lebih mudah diakses dan diketahui oleh perusahaan sesuai kebutuhan. Bentuk dan isi komunikasi pemasaran jadi lebih bisa dirancang agar tepat sasaran, fitur produk lebih efektif untuk dirumuskan, dan inovasi lebih banyak masukan datanya untuk diteliti lebih lanjut. Saluran penjualan pun lebih luas daya jangkau pasarnya, tak terbatas waktu dan tempat dengan adanya berbagai platform belanja online. Begitupun pembayaran dari pelanggan, menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan berkat kemajuan fintech.

IMF dalam laporannya di tahun 2019 berjudul Fintech: The Experience so Far, dan Capgemini dalam analisisnya di tahun yang sama berjudul World Fintech Report, mengemukakan bahwa keberadaan fintech yang penting untuk inklusi ekonomi harus diimbangi dengan perhatian pada cybersecurity. Baik pelanggan maupun perusahaan, saat ini benar-benar harus memperhatikan keamanan datanya. Ancaman pencurian data adalah topik yang sangat serius untuk diperhatikan. Perjanjian terhadap penggunaan data dan keamanannya harus dirumuskan dengan cermat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Revolusi pada teknologi bisnis digital adalah kekuatan sekaligus kelemahan bagi pelanggan maupun perusahaan. Pelanggan dengan demikian perlu untuk selalu aware dan adaptive dengan keberadaan teknologi dan segala perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sementara perusahaan dengan demikian perlu untuk memperhatikan kompetensi digital marketingnya, riset inovasi, serta marketing intelligence. Dan yang terpenting dari semuanya adalah, suka tidak suka, kejujuran, transparansi, menjadi nilai utama yang wajib dijunjung tinggi oleh kedua belah pihak untuk mendapatkan kepercayaan, melampaui pencitraan apapun.



Leave a Reply

WhatsApp Chat Now